Ayah dan Bunda yang dirahmati Allah, tidak terasa masa liburan akan segera berganti dengan tahun ajaran baru. Bagi ananda yang baru saja lulus dari Taman Kanak-Kanak (TK) dan akan melangkah ke Sekolah Dasar (SD), masa transisi ini adalah fase yang sangat krusial.
Banyak orang tua yang merasa cemas: "Apakah anak saya nanti berani ditinggal? Apakah dia akan menangis di hari pertama? Bagaimana kalau dia tidak berani ke toilet sendiri?" Ketakutan itu sangat wajar. Perubahan dari lingkungan TK yang lebih banyak bermain ke lingkungan SD yang lebih terstruktur seringkali menimbulkan culture shock (keterkejutan budaya) pada anak. Namun jangan khawatir, SDIT Darussalam Muaradua telah merangkum 5 tips parenting praktis yang bisa Ayah Bunda terapkan dari rumah agar si Kecil tampil berani dan mandiri di hari pertamanya masuk SD:
1. Ceritakan Hal-Hal Menyenangkan Tentang SD (Jangan Menakut-nakuti) Terkadang, tanpa sadar kita sering menggunakan sekolah sebagai ancaman. Misalnya, "Awas lho kalau nggak mau belajar, nanti dimarahi guru SD!" Kalimat ini akan membuat anak memiliki persepsi seram tentang sekolah. Mulai sekarang, ubah narasinya. Ceritakan betapa serunya punya teman baru yang lebih banyak, jam istirahat yang asyik, dan belajar hal-hal baru yang hebat.
2. Latih Kemandirian Dasar (Life Skills) Di SD, guru tidak lagi bisa mendampingi setiap anak secara penuh seperti di TK. Latihlah ananda untuk mandiri dalam hal-hal dasar yang sering disepelekan, seperti:
-
Cara memakai dan melepas sepatu sendiri.
-
Cara membuka kotak bekal dan botol minumnya.
-
Keberanian untuk meminta izin ke toilet (adab buang air dan istinja').
-
Membereskan alat tulis setelah selesai belajar.
3. Berlatih Mengubah Rutinitas Pagi Jam masuk SD biasanya lebih pagi. Jangan tunggu sampai H-1 sekolah untuk mengubah jam tidurnya. Mulailah berlatih dari sekarang untuk tidur lebih awal (maksimal jam 8.30 malam) dan bangun sebelum Subuh. Ajak anak ikut sholat Subuh berjamaah, mandi pagi, dan sarapan tanpa terburu-buru agar mood atau suasana hatinya bagus saat berangkat ke sekolah.
4. Kenalkan Konsep "Jam Belajar" dan "Jam Bermain" Di TK, rentang waktu fokus anak sangat pendek karena metode belajarnya adalah bermain. Di SDIT Darussalam, meskipun kami menerapkan Pembelajaran yang Aktif dan Menyenangkan, ananda tetap harus mulai membiasakan diri untuk duduk tenang dalam durasi tertentu. Ayah Bunda bisa melatihnya di rumah dengan memberikan aktivitas duduk tenang selama 15-20 menit, seperti mewarnai, menyusun puzzle, atau membaca buku bersama.
5. Validasi Perasaannya dan Bekali dengan Doa Jika di H-1 anak mengatakan "Aku takut, Ma", jangan memotongnya dengan kalimat "Ah, masa gitu aja takut, anak SD harus berani dong!". Validasi perasaannya dengan memeluknya dan berkata, "Iya, wajar kok adik merasa deg-degan karena belum kenal teman-temannya. Dulu Mama juga begitu waktu baru masuk SD. Tapi adik pasti bisa!". Terakhir, ajarkan ananda doa keluar rumah dan yakinkan bahwa Allah selalu menjaganya di sekolah.