Melihat ananda mampu melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an, khususnya hafalan Juz 30, tentu menjadi kebanggaan dan kebahagiaan terbesar bagi setiap orang tua. Menyekolahkan anak di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) adalah langkah awal yang luar biasa, namun pendidikan Al-Qur'an tidak boleh berhenti ketika bel sekolah berbunyi.

Tantangan terbesar bagi orang tua di rumah biasanya bukan pada cara menambah hafalan baru, melainkan pada murojaah (mengulang hafalan lama). Sering kali, jika dilakukan dengan cara yang kaku dan penuh tekanan, anak akan merasa bosan, lelah, dan akhirnya menganggap murojaah sebagai beban pelajaran tambahan.

Agar proses menjaga hafalan di rumah terasa ringan dan menyenangkan, Ayah dan Bunda bisa mencoba 5 metode asyik berikut ini:

1. Bermain "Sambung Ayat" Bersama Jangan posisikan diri Anda sebagai guru yang sedang menguji murid, tapi jadilah teman bermainnya. Gunakan metode sambung ayat saat sedang bersantai di ruang keluarga. Ayah atau Bunda membacakan satu ayat pembuka dari surah di Juz 30, lalu minta ananda melanjutkan ayat berikutnya. Jika anak lupa, jangan dimarahi, cukup pancing dengan kata awalnya. Permainan ini melatih daya ingat anak tanpa membuat mereka merasa sedang dites.

2. Jadikan Murojaah Sebagai Pengantar Tidur Waktu menjelang tidur adalah momen di mana gelombang otak anak berada pada fase Alpha dan Theta, yang sangat mudah menyerap informasi ke alam bawah sadar. Alih-alih membacakan dongeng, Ayah dan Bunda bisa mengajak anak membaca bersama surah-surah pendek, atau sekadar memutarkan murottal (rekaman bacaan Al-Qur'an) dengan volume lirih sampai mereka terlelap.

3. Manfaatkan Waktu Perjalanan Daripada membiarkan anak bermain HP atau mendengarkan radio saat berada di dalam mobil atau di atas motor menuju sekolah, manfaatkan waktu tersebut untuk murojaah ringan. Suasana perjalanan yang dinamis biasanya membuat anak lebih santai saat melantunkan hafalannya.

4. Biasakan Membaca Surah Hafalan Saat Sholat Berjamaah Jika ananda sudah mulai berlatih sholat 5 waktu, dorong mereka untuk mempraktikkan hafalan barunya sebagai bacaan surah pendek setelah Al-Fatihah. Jika Ayah yang menjadi imam sholat Maghrib atau Isya di rumah, bacakan surah yang sedang dihafal oleh anak secara lantang (jahar). Mendengar bacaan Ayahnya akan menguatkan memori audio sang anak.

5. Berikan Apresiasi, Sekecil Apapun Usahanya Kunci dari murojaah yang konsisten adalah motivasi. Berikan pujian yang tulus setiap kali anak berhasil mengulang hafalannya dengan lancar. Bunda juga bisa membuat "Papan Bintang" di kamar anak, di mana mereka akan mendapat stiker bintang setiap kali selesai murojaah, yang nantinya bisa ditukar dengan hadiah kecil atau makanan favoritnya di akhir pekan.

Sinergi Tahfidz di SDIT Darussalam Muaradua Kami di SDIT Darussalam Muaradua menempatkan program Tahfidz Al-Qur'an sebagai salah satu pilar utama pendidikan. Di sekolah, ananda dibimbing oleh guru-guru Al-Qur'an yang sabar dengan metode yang interaktif agar mereka mencintai interaksinya dengan kalamullah.

Namun, hafalan tersebut akan lebih kuat menancap di dada jika didukung dengan suasana rumah yang juga dekat dengan Al-Qur'an. Kesabaran, keteladanan, dan pelukan hangat dari Ayah dan Bunda adalah "suplemen" terbaik bagi ananda dalam menuntaskan hafalan Juz 30-nya.

Mari kita jadikan rumah kita bercahaya dengan lantunan ayat suci Al-Qur'an yang dibaca dengan riang gembira oleh buah hati kita!